Saya beberapa kali ditawarkan untuk bergabung ke dalam Multi Level Marketing (MLM). Saya ’sempat’ sangat tertarik dengan MLM, bukan karena saya ingin jualan, atau mencari bisnisnya, tapi saya tertarik dengan pelajaran motivasinya, pembicaranya, ide2nya. Maklum saat itu belum ada pembicara2 lokal seperti Tung Desem Waringin, James Kwee, Andre Wongso, dll. Sehingga untuk memperkaya diri, saya berminat join ke MLM.
Apa sih yang salah dengan MLM, sehingga saya tidak mau bergabung ? Oh sama sekali tidak ada yg salah, bahkan sangat dianjurkan untuk membina skill, mental dan terlebih networking (hubungan dengan sesama). Hanya saja jiwa saya tidak cocok dengan tipe bisnis seperti ini. Tapi saya banyak juga melihat orang yang sukses menjalankan bisnis MLM ini.
Tapi belakangan ini saya benar-benar merasa TERGANGGU dengan ulah orang-orang yang bermaksud mengenalkan bisnis MLM ini kepada saya dengan cara yang tidak elegan. Bahkan saya cenderung merasa ‘tertipu’, terjebak dan tidak adanya lagi ketulusan pada oknum2 MLM tersebut. Beberapa kali saya membatalkan acara keluarga saya hanya karena ada kawan yang mengajak bertemu, entah menawarkan bisnis, atau ingin main ke rumah, dan lain sebagainya. Tapi apa yang terjadi ? Ternyata hanya menawarkan MLM saja, yang sudah jelas2 saya tidak cocok. Beraneka ragam MLM ditawarkan kepada saya. Mereka seakan2 menghianati persahabatan kita, mereka seakan2 sudah tidak tulus lagi, menjual persahabatan mereka hanya demi menawarkan MLM. Mengapa? Karena mereka tidak pernah jujur diawal. Selalu berdalih… sudah lama tdk bertemu, ada project, mau main ke rumah, dsb. Saya sangat menghargai jika mereka terus terang di awal, apa tujuan mereka untuk bertemu saya. Jangan sampai merugikan waktu, acara, tenaga bahkan biaya dari orang yang diajak.
Saat ini saya semakin melihat banyak oknum yang membuat nama MLM semakin terpuruk. MLM itu sendiri sangat bagus, dan bermanfaat terutama untuk di Indonesia dalam keadaan krisis seperti ini. Tapi karena ulah orang-orang tersebut, maka MLM akan menjadi buruk citranya (paling tidak di mata saya). Jadi jika mendadak ada teman sekolah, teman kuliah, teman kerja di kantor lama atau tetangga yang sudah pindah.. mengajak Anda untuk bertemu… hati2… kemungkinan besar akan menawarkan MLM.
Pendapat saya ini sama sekali tidak bermaksud mendeskreditkan MLM, tapi semua ini dilihat dari sudut pandang saya pribadi, selalu ada ‘udang di balik batu’…. dimanakah ketulusan sebuah MLM ??
Silahkan klik 
yup betul, pendapat ini juga yang dikemukan oleh istri saya, yang selalu ‘menolak’ dan terkadang ‘kesel’ kalo ditawarin bisnis MLM ini. Memang terkadang sangat disayangkan, sebuah persahabatan bisa ‘rusak’ karna bisnis MLM ini.
@Sun An: setuju.. Jgn sampai kita merusak hubungan persahabatan demi menjalankan bisnis MLM dengan cara yg kurang baik..
Ass smuax
prknlkan sy anak stm kls 2 dan sy mncoba mengkritik jawaban kakak2 sXan(ma’ap).
Menurut sy pribadh tidak ada salahnya mencoba hal baru dan pnglmn sy prnh dtwrn mlm oleh 2 orang.Yang pertama adalah tetangga jauh dia tipikal orangx pendiem n pmarah dia coba tawarkn mlm k sy dgn sikap memaksa tp sy tdk dg mudah prcy bgtu aj coz sy tny ‘introgasi’ dia n eh…diax malah diem n cmberut gitu n darisitu sy mengecap mlm itu tidak berprikemanusiaan(hoso opo iku j/k). Trs yg ke2 temen lama q telpon sy dia blg mau k rumah sy n sy pun mmpersilahkn dia, trs dia bicara tt mlm tp gaya bicarax sungguh enak bgt btw dia kan anak sma trs sy jg ‘introgasi’ dia dg prtnyaan q n trnyta…dia bsa meyakinkan q dia blg bahwa mlm ini untuk kita bersama karna ini bisnis jaringan/tim maka klau kta sukses maka sukses brsama begitupun sblknya . Dan tidak ada setitikpun perasaan sy bahwa hal ini bsa merusak prsahabatan kta ini, malah sblkny sy sgt bangga dgn teman sy ini karna dia memiliki jiwa yg mulia dan brsifat menolog memberi pkrjaan baru karna sy tlh diajak ikut mlm oleh dia.klau dia ‘jahat’ dgn kta mengapa dia mengajak kta toh kalau dia sukses kta jg akan ikut n dia tdk pny rasa iri sedikitpun.
Ini adalah pengalaman pribadi sy mohon maap jikalau ada kata2 yg kurang brknan di hati kakak2 sXan j/k(just kiding mksdx) peace , jangan negatiu thinking trs dosa.
Ass
Yup, tul itu….kesannya jd mereka itu memanfaatkan ato lebih tepatnya…HANYA memanfaatkan kita untuk mencapai apapun yang menjadi motivasi mereka. Biasanya sih berupa materi.
Jadi setelah nama kita “dicatat”, ya udah……kita dilupain. Terus dicari lagi kalo ada perlunya, seperti pengembangan jaringan dan lain-lain.
Itu semua karena mereka tidak yakin dengan apa yang mereka pasarkan, seperti : sabun, produk jamu, madu, dan lain-lain. Apalagi ASU-ransi. Karena ASU-ransi itu kan seperti bember mobil, yang akan rusak duluan demi proteksi si pengguna mobil itu. Tapi belum pernah dibuktikan sendiri, jadi tidak yakin.
Padahal jika mau dipikir, banyak cara yakni dengan salah satunya menjadi konsumennya terlebih dulu, menjamu teman2nya dengan produk itu di rumahnya. Siapa saja yang main ke rumah di seduhin kopi ginseng cap “X” misalnya.
Itu salah satu promosi paling manjur seantero jagat. Mungkin tidak begitu efisien, tapi sangat-sangat-sangat efektif. Jika mereka sudah tertarik tinggal disentil dikit, dan anda akan punya downline yang bukan hanya tangguh, tapi juga sangat loyal.