Pada hari Minggu 15 Maret 2009 saya sekeluarga sedang mengunjungi Summarecon Mal Serpong di daerah Gading Serpong, Tangerang. Karena hari Minggu, maka mal cukup ramai dengan pengunjung. Saat sedang berada di salah satu toko, kami terkejut ketika melihat banyak orang berbondong-bondong berlarian menuruni tangga eskalator. Kami pun mencoba mencari informasi kejadian yang terjadi, lalu mendengar dari orang-orang bahwa ada kebakaran. Kami mencoba tetap tenang, tapi semakin waspada saat melihat beberapa penjaga toko yang langsung menutup toko mereka, dan sesaat kemudian terdengar suara sirene tanda bahaya kebakaran. Petugas keamanan yang ada terlihat bingung tanpa menguasai keadaan dan tanpa ada instruksi. Mereka tidak mengarahkan pengunjung ataupun memberikan penjelasan kepada pengunjung akan hal yang terjadi.
Di tempat parkir terjadi kesemrawutan, terutama dari parkir basement. Semua pengunjung berebut untuk keluar, tapi anehnya beberapa pintu keluar (loket parkir) ditutup, wah pengunjung tambah panik. Dan saat itu hanya terlihat satu pintu yang dibuka, sehingga dapat dibayangkan padatnya mobil yang mengantri keluar. Saat mengantri kami sempat melihat keadaan yang terjadi di luar mal. Ternyata terlihat kondisi yang cukup porak poranda. Tiang penyangga di downtown walk terlihat roboh, beberapa papan reklame roboh dan banyak pohon di tempat parkir tumbang, tercabut sampai akarnya dan tidak sedikit yang menimpa mobil yang sedang diparkir disana. Bahkan atap penutup di gerbang keluar terlihat roboh. Sepertinya tadi dilanda angin puting beliung.
Yang sempat membuat kami heran adalah para petugas parkir, bukannya membuka semua pintu keluar atau mengalihfungsikan pintu masuk menjadi pintu keluar, tapi malah hanya membuka 1 pintu saja. Itupun masih ditarik uang parkir… Hah ? Saat sedang panik, masih sempat2nya menarik ongkos parkir. Bahkan … ternyata petugas parkir langung menerapkan parkir maksimum (Rp 5.000) kepada setiap mobil tanpa melihat lagi berapa jam mobil tersebut berada di mal. Jadi mereka yang baru 1 menit masuk pun akan dikenakan Rp 5.000. Sugguh cerdas bukan ?? Sempat-sempatnya mengambil kebijakan seperti ini…
Kami sempat bertanya2, apakah pihak mal bertanggung jawab ya atas kerusakan mobil yang berada di areal mal, belum lagi kalau sampai ada korban, mengingat saat itu sedang padat pengunjung. Semoga jangan sampai ada korban, dan juga semoga mal SMS dapat mengatasi kerusakan2 yang terjadi dan menyelesaikan tanggung jawab moral & material kepada para pengunjung. Ngeri rasanya membayangkan jika saat tersebut kami sedang berada di luar mal. Dan saran kami, para pengembang / pembangun mal dimanapun juga, mohon agar mempersiapkan struktur setiap benda (gardu parkir, pohon, tiang2 baliho, dll) dengan lebih seksama. Nyawa taruhannya lho. Bukan nyawa Anda, tapi nyawa pengunjung…
Dan memang saat kami pulang di sepanjang jalan kami melihat pohon2 bertumbangan, bahkan sampai di kompleks rumah saya. Sayang saya tidak membawa kamera digital, jadi hanya dapat mengabadikan menggunakan kamera VGA handphone dalam keadaan hujan dan sambil menyetir.. (wah parah banget deh kualitasnya). Jadi hati-hati dalam melakukan kegiatan di luar rumah, perhatikan cuaca, dan hindari memarkir kendaraan di bawah pohon.
Salam Jalan Jajan Hemat
ps: saya tambahkan foto untuk pohon2 tumbang yang diambil di kawasan Lippo Karawaci. Mendadak banyak paparazi baik yang menggunakan kamera DSLR, handycam dan juga handphone yang berkeliaran di lokasi, sepertinya wartawan facebook…


Silahkan klik 
waduuuuhh,,,,ini kan bencana alam….semua diluar batas kemampuan manusia,,,wajarlah panik,,,mengenai penempatan tiang2 untuk reklame dan segala macem, pasti udh di perhitungkan secara seksama, yang pastinya pohon yang udh ditanam dengan akar yang dalem aja bisa rubuh gimana kalo tiang2 reklame biasa,,,berpokirlah dengan logika,,,ini kekuatan alam, diluar batas kemampuan manusia…
@kiki : betul, setuju banget. Tapi ada baiknya lebih ditingkatkan keamanannya. Coba dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=9F3vOSINR-Q&feature=related dan http://www.groundreport.com/Arts_and_Culture/Report-from
Entah ya, apakah ini tergolong angin yg sangat besar, atau cukup besar… Sebaiknya kita lebih berhati2 deh, karena menurut ramalan cuaca, hal ini kemungkinan terjadi selama 2 minggu – 1 bulan ini.