Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2008

Tadi malam saya pergi ke bandara untuk mengantar orang. Saya mengantar ke Terminal 2F, saya mendapati alur parkir sudah membaik, tidak harus putar2 dulu sebelum ke tempat parkir. Dan jika kita hanya mau menurunkan penumpangpun sudah bisa, karena tidak perlu parkir terlebih dahulu. Saya lupa terakhir itu di terminal berapa, tapi yang pasti setelah menurunkan orang, untuk menuju ke tempat parkir kita harus memutari bandara tersebut, sangat bodoh…

Lalu sempat mampir ke toiletnya, wah sudah direnovasi… tidak semewah Senayan City, tapi sangat lebih baik dari toilet bandara sebelumnya (dahulu setara dengan toilet di terminal bus). Manusiawi dan tidak membuat malu sebagai bandara internasional.

Sayangnya waktu pulang, arah keluar ke loket parkir terhalang oleh ulah sebuah mobil mewah (Camry) yang terlihat sedang menjemput keluarga pejabat yang dengan santainya naik dan mengangkut barang2 bawaannya dengan posisi mobil menutupi jalan. Klakson para pengguna jalan di belakangnya seakan tidak terdengar oleh mereka. Petugas parkir terlihat tidak berani menegur.

Tapi diluar perilaku orang2 yang tidak bertanggungjawab tersebut, saya melihat sudah ada kemajuan berarti di pengelolaan bandara soekarno hatta, semoga hal ini terus ditingkatkan.

Advertisements

Read Full Post »

Saya cukup penasaran dengan google adsense nih.  Secara beberapa blog saya dalam bahasa Indonesia, maka saya tidak dapat mengaplikasikan adsense dalam blog saya. Akhirnya saya membuat sebuah blog di blogspot.com, dan karena blogspot.com adalah milik google, maka kita dapat memasang adsense di blog kita. Bahkan sudah diintegrasikan dengan design layout, istilahnya adalah ‘gadget’. Nah untuk memastikan request adsense saya di approve, kali ini saya menggunakan konten dalam bahasa Inggris.

Tapi setelah menunggu sekitar 3 minggu, tidak ada kabar berita apapun dari adsense, statusnya masih pending. Saat tadi pagi saya coba membuka blog saya, lho ternyata sudah muncul iklannya. Saya pikir, wah akhrinya adsense saya sudah di approve… lumayan deh. Tapi waktu saya login ke adsense, saya terkejut karena dikatakan bahwa adsense saya masih dalam status pending. Lho, jadi darimana datangnya iklan tersebut ? Dan kalau ada yang mengklik iklan tersebut, siapa yang mendapat komisi ?

Hhmm adsense yang aneh…

Mungkin ada teman2 yang memiliki pengalaman mengenai hal ini ?

Read Full Post »

Setelah mendapatkan pembayaran pertama dari kumpulblogger (lihat artikelnya disini), saya penasaran untuk menunggu lanjutannya. Tanpa terasa (sebenarnya terasa juga sih, karena setiap hari dicek), sudah lebih dari  Rp 10.000 hasil penayangan iklan dari kumpulblogger.com. Saya submit request untuk pembayaran, sekitar 3-4 hari kemudian pembayaran kedua pun sudah saya terima. Wow, trims kumpulblogger.

TRANSFER DANA-TRANSFER KE REK. BCA
TRANSAKSI TRANSFER KE REKENING BCA TELAH SELESAI DIPROSES
TANGGAL
: 10/08/2008
JAM
: 09:37:10
NOMOR REFERENSI
: 67C1F479-566E-8746-83F9-A2BAB2129C0x
TUJUAN TRANSFER
: 006013293x
NAMA
: ROMMY AGUSTINUS
JUMLAH
:

Rp. 11.200,00

BERITA
: pembayaran dari
: kumpulblogger.com
JENIS TRANSFER
: TRANSFER SEKARANG
NOMOR URUT
: 111144
CATAT NOMOR REFERENSI
SEBAGAI BUKTI TRANSAKSI ANDA

Saya sempat juga meng-apply ke kliksaya.com, wah beda sekali pelayanannya. Untuk mengaktifkan saja ribet sekali. Berikut petikan email dari kliksaya.com

Dear Bapak Rommy,

Kami mohon maaf sebesar-besarnya karena kami tidak bisa meneruskan
zona iklan Anda yang terdaftar pada situs kami, KlikSaya.com,
dengan alasan:
Tingkatkan jumlah pengunjung situs Anda.
Minimal 10.000 pageview per bulan.

Sekian email pemberitahuan dari kami. Kami harap
Bapak Rommy dapat memaklumi kebijakan kami.

Regards,

David Ciang
www.KlikSaya.com

Bayangkan, masakan perlu ini dan itu hanya untuk menayangkan iklan. Kumpulblogger dong… sekali apply langsung approve, dan sudah terbukti 2 kali request pembayaran, langsung dibayar. Hebat… Hidup kumpulblogger.

Oh ya ada beberapa tambahan dari saya tentang kelebihan kumpulblogger: dapat dipasang pada blog yang dibuat di wordpress.com dan multiply.com alias website gratisan. Hebat kan, bisa cari dana tanpa modal. Adsense saja tdk bisa lho.. Oh ya ada satu lagi yang menurut saya sangat penting, kumpulblogger tidak menerapkan sistem banned jika Anda secara sengaja maupun tidak sengaja meng-klik iklan Anda sendiri. Ini sering terjadi, mungkin kita tertarik melihat iklan lalu kita klik, nah pada beberapa provider hal ini langsung membuat Anda di banned. Tapi kumpulblogger cukup fair, hanya dibuat klik tersebut tidak diakui saja, alias tidak dibayar. Fair kan ? Fair utk kita (publisher), fair untuk pemasang iklan, dan fair untuk kumpulblogger nya sendiri. Menurut saya, semua provider harusnya seperti ini.

OK deh maju terus kumpulblogger

Read Full Post »

Viky Sianipar

Viky Sianipar

Sabtu kemarin saat kami sekeluarga mengunjungi Summarecon Mal Serpong (SMS) di Gading Serpong, terdengar suara alunan alat musik tradisional. Penasaran, saya pun melihat ke panggung pertunjukkan yang ada di tengah. Ternyata ada pertunjukkan dari Viky Sianipar. Terus terang, saya baru tahu tentang Viky saat itu (gak gaul banget ya). Tapi saya kagum dengan performa team mereka. Musik yang dibawakan sangat indah, perpaduan antara musik tradisional Indonesia yang dipadu dengan musik modern, bahkan beberapa lagu dibawakan dengan sedikit jazzy.

Semakin lama saya mendengarkan pertunjukkannya, semakin tertarik dan kagum akan Viky dan sekaligus akan musik tradisional Indonesia. Sayang saya tidak membawa kamera digital, sehingga saya hanya dapat menampilkan gambar yang saya search di internet. Saat saya melihat ke dekorasi di mal tersebut, saya melihat tampilan wayang yang dipajang, wow keren.. Memang kebudayaan Indonesia jika ditata, diolah dengan profesional maka hasilnya akan sangat elegan, jauh dari kesan ‘kampungan’ yang sering dicap oleh generasi muda untuk kebudaayaan tradisional. Mereka lebih suka berpakaian ala “Amerika”, berbicara sok ke barat2an, makan di resto2 asing.

Pesan yang dibawakan oleh Viky pun sangat jelas … “Jangan malu dengan Indonesia, kita adalah bangsa Indonesia. Populerkan kebudayaan Indonesia”. Maju terus Viky… Maju terus budaya Indonesia.

Read Full Post »

Google oh google

Saat pagi ini ini saya membuka komputer, dan mulai mengetikkan alamat google.com saya melihat gambar di halaman google ini ikut menyemarakkan perayaan olimpiade di Beijing. Wah kreatif ya. Google, memang sebuah perusahaan yang fenomenal..

Berawal dari ‘hanya’ sebuah search engine, saya teringat bagaimana dulu jaman saya kuliah, dapat dibedakan mana yang orang IT dan mana yang bukan hanya dari cara mereka menggunakan search engine. Orang awam akan menggunakan yahoo yang sangat populer saat itu, sedangkan orang IT akan menggunkan google, yang simple, slim dan cepat. Karena merasa orang IT, maka saya ikutan menggunakan google 😀

Tapi saat ini google sudah begitu menggurita, sepertinya orang akan “terganggu” dengan ketidakhadiran sang google. Bukan hanya dari ketergantungan dengan search engine-nya, tapi juga dengan email (hampir semua orang saat ini menggunakan account gmail yang berkapasitas raksasa, dapat di pop, dan memiliki versi mobile yang dapat dipasang di handphone), Instant Messaging nya (gtalk, tapi sepertinya masih kalah populer dengan YM-Yahoo Messanger), peta digital yaitu google map, dan juga dengan adsense nya (yang belakangan ini lagi diramaikan oleh rekan2 saya), google docs dan masih banyak lagi applikasi lain yang di develop oleh google.

Saya ‘merasa’ bahwa google mulai dengan semangat untuk memberikan pelayanan kepada orang lain terlebih dahulu, dan secara alamiah kebaikan mereka tersebut kembali lagi dalam bentuk keuntungan. Saat search engine yahoo tenar, Anda dapat lihat betapa penuhnya tampilan mereka dengan iklan bergambar yang berwarna-warni. Bandingkan dengan google yang sampai saat ini pun iklan yang ditampilkan hanya berbentuk text saja yang tidak terlalu mengganggu. Juga aplikasi-aplikasi yang menurut saya dapat mereka jual, namun ternyata mereka berikan dengan cuma-cuma. Apakah ini karena semangat berbagi yang mereka miliki ?

Saya sendiri berpendapat jika kita memulai dengan berbagi untuk orang lain, (tapi akan jauh lebih baik lagi kalau ternyata hal tersebut juga dapat membawa keuntungan bagi kita juga 😀 ).

Selamat berbagi …

Layanan masyarakat ini didukung sepenuhnya oleh http://www.JalanJajanHemat.com dan parcelku.wordpress.com, halah.. katanya berbagi, koq malah iklan ?? 😀

Read Full Post »

Selama liburan, saya merasakan keindahan yang luar biasa dalam perjalanan menuju kantor di Jakarta. Jalanan baik tol maupun jalan biasa semuanya lancar, tidak ada kemacetan yang berarti. Hhmm apa sebaiknya anak sekolah diliburkan terus saja ya ? 🙂

Setelah anak sekolah masuk, saya berpikir akan ada kemacetan lagi. Tapi koq ternyata tidak ya ? Oh mungkin ada beberapa sekolah yang masih libur… Setelah 2 minggu berlalu dan seharusnya semua sekolah sudah masuk, tapi jalanan masih lancar. Mungkinkah karena kampus masih libur? Semoga saja keindahan ini akan tetap berlangsung…

Hidup jalanan lancar, hidup Jakarta.

Read Full Post »

Seringkali kita diperhadapkan pada situasi: ada orang yang tidak kita kenal yang meminta pertolongan kita. Contoh sehari-hari adalah para pengamen dan pengemis yang meminta-minta sedekah di lampu merah. Saya termasuk dari golongan yang mengatakan “Jangan memberi ikan, lebih baik memberi kail”. Karena dengan memberi sedekah kepada orang-orang tersebut, kita akan membenarkan tindakan mereka tersebut, dan membuat mereka makin malas… Hhmm apakah itu hanya pembenaran yang kita cari-cari ?

Tapi saya juga termasuk dalam golongan yang tidak memberi kail kepada mereka. Saya tidak mau memberi ikan, tapi ternyata juga tidak memberi kail.. Huh, tragis bukan ?? Kembali mencari pembenaran.. Bagaimana mau memberi kail, kan tidak ada waktu.. hal itu sering dijadikan alasan. Melalui yayasan ? Ah, apakah mereka benar menyalurkannya ? Karena banyak selentingan berita yang mengabarkan bahwa organisasi-organisasi kemanusiaan tersebut seringkali menghambur-hamburkan dana yang mereka dapat untuk kegiatan operasional mereka secara mewah.. Ah lagi2 mencari pembenaran.

Saya cukup kagum dengan salah satu keluarga (yang masih ada hubungan keluarga dengan istri saya). Mereka tinggal di Bali, dan saat kami berjalan-jalan ke pasar Badung untuk membeli oleh2 salak bali, saya terkejut karena hampir semua pedagang di pasar mengenal saudara saya ini. Dan ternyata, beliau ini mengambil anak-anak pasar sebagai anak asuhnya. Mereka disediakan baju, sepatu, tas dan perlengkapan lainnya. Bahkan mereka disiapkan makanan setiap harinya, dibawakan ke pasar untuk dibagikan ke anak-anak pasar. Tiap minggu, beliau membuka rumahnya untuk menampung anak-anak pasar. Disediakan guru (diambil dari sekolah internasional), untuk memberikan pendidikan kepada mereka. Anak-anak pasar tersebut bebas bermain di rumah beliau, makanan & minuman disediakan, dan bebas untuk dikonsumsi siapa saja yang datang kesana.

Saat di pasar, kami sempat bertemu dengan beberapa anak asuhnya. Mereka terlihat sangat akrab dan manja dengan saudara saya ini, dan memanggilnya dengan panggilan “bunda”. Lalu anak-anak ini membawakan barang belanjaan kami untuk dipanggul, karena mereka bekerja sebagai ‘pembawa belanjaan’.

Saat kami ke pantai Sanur, saya terkejut lagi karena saudara saya ini memberikan beberapa ratus ribu kepada pedagang di pantai itu. “Sudah lama tidak bertemu, dulu saya sering memberikan bantuan kepada ibu itu”, demikian kata saudara saya.

What ?? Saya berfikir dan coba beragumen sendiri, apakah mungkin orang-orang tersebut hanya memanfaatkan kebaikan hati dari saudara saya ini ? Apakah dia sudah memberikan ‘kail’ yang benar ? Hhmm, mungkin lagi-lagi itu hanya pembenaran dari saya sendiri agar tidak perlu repot-repot melakukan hal itu. Tidak memberi ikan dan juga tidak memberi kail… Sungguh egois ya.

Apakah perlu menjadi orang kaya dulu ? Hmm, kalau saya lihat, saudara saya tersebut pun tidak terlalu kaya. Masih banyak orang-orang yang lebih kaya yang saya kenal, yang mobilnya lebih banyak dan rumahnya lebih besar, tapi juga tidak melakukan tindakan untuk memperhatikan sesama.

Saya pernah mendengar mengenai organisasi Tzu Chi yang sukses mendirikan rumah susun di Kapuk Muara. Menurut saya, itu adalah cara yang baik. Setahu saya, mereka memberikan fasilitas rumah, pendidikan dan sebagainya kepada rakyat miskin, tapi penghuni diwajibkan untuk mematuhi tata tertib. Jadi mereka dipaksa untuk menjaga kebersihan, ketertiban. Kalau melanggar mereka harus keluar. Mereka tetap harus membayar sewa, tapi ada program pelatihan. Para penghuni diajarkan untuk menjadi orang yang produktif, sehingga  dapat menghidupi biaya kehidupan mereka sendiri, bukan hanya menunggu sedekah saja. Andaikan ini dibuat dalam skala yang lebih besar (nasional), maka kemiskinan di Indonesia perlahan-lahan pasti dapat dikikis.

Memang kalau kita menolong penuh dengan pamrih, akan banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang pada akhirnya akan membuat kita membatalkan tindakan kita. Jadi jangan pikir panjang, bantulah semampu kita, tanpa pamrih apapun, tidak perlu menunggu kita siap, karena tidak akan pernah ada kondisi ‘siap’ itu..

Selamat menolong…

update per 2011: Saat saya berlibur lagi ke Bali, ternyata saudara saya ini sudah semakin diberkati melalui usaha anak2nya. Rumahnya di Bali sangat besar, mewah dan dilengkapi dengan kolam renang. Dan beliau masih terus membantu orang2 yang tidak mampu dan kaum manula…
GBUA

Read Full Post »

Older Posts »