Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Lifestyle’ Category

Terdengar klise ya, atau bahkan sudah basi. Dari dulu juga orang sudah pada tahu kalau internet bisa menghasilkan uang.. Tapi hal ini baru saya alami secara langsung, bukan hanya dari artikel atau dari pengalaman orang lain.

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mendaftarkan sebagai anggota google adsense, yaitu perusahaan terbesar di dunia yang mau membayarkan orang yang mengklik iklan baris di website kita. Berbagai cara saya lakukan untuk membuktikan apakah ‘bayaran’ tersebut benar adanya. Sampai-sampai saya di ‘banned’, atau diblokir karena mengklik iklan sendiri… (karena tdk sabar menunggu pembayaran mencapai 100 USD).
(more…)

Read Full Post »

Sekedar sharing saja, tanpa bermaksud promosi karena saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Kompas Gramedia group. Saya pribadi sejak kecil gemar untuk datang ke toko buku, khususnya Gramedia. Mengapa ? Karena kalau di toko buku yang lain, bukunya dibungkus plastik atau diletakkan di dalam rak yang tidak dapat kita lihat secara langsung (harus melalui pegawai toko), tapi di Gramedia hampir seluruh bukunya tidak dibungkus plastik, kecuali buku-buku yang harganya mahal. Sehingga pengunjung dapat melihat isi buku dan membaca sekilas sebelum membelinya.

Tapi waktu saya kecil, dimana tidak memiliki cukup uang untuk membeli buku-buku yang saya gemari, maka cukup meluangkan waktu beberapa jam dan kaki yang kuat untuk membaca di tempat. Tidak pernah ada larangan, teguran dari pegawai toko. Bahkan terkadang saya sempat keluar toko untuk makan/minum, setelah itu masuk ke toko lagi untuk melanjutkan bacaan saya. Dengan cara ini saya dapat menimba ilmu secara gratis.. (jaman dulu belum ada internet). Syaratnya adalah : jangan melipat buku, membuka halaman buku dengan rapi, jangan duduk di lantai, pokoknya cukup tahu diri lah.

Bahkan saat ini toko buku Gramedia dibuat lebih nyaman lagi, toko yang lebih besar, buku yang lengkap, bahkan tersedia kursi yang empuk. Memang saat ini kalau saya ke Gramedia, saya sudah tidak bisa meluangkan waktu terlalu lama, tapi saya melihat banyak orang yang melakukan ritual ‘baca gratis’ seperti yang saya lakukan dahulu, tanpa ada keberatan dari pegawai toko. Bahkan yang lebih unik lagi, saya sempat melihat seorang Ibu yangΒ  duduk dengan santai di lantai toko, mengeluarkan catatan dan sepertinya mengerjakan PR / tugas untuk pelajaran anaknya.

Dengan demikian, toko buku Gramedia turut berkontribusi dalam mencerdasan dan memajukan bangsa ini. Bravo Gramedia…. !!!

Read Full Post »

Saat ini sudah kita dapati begitu banyaknya social network software (jejaring sosial) yang tersedia, seperti facebook, friendster, bahkan twitter. Aplikasi tersebut membuat kita dapat menemukan teman lama yang puluhan tahun tidak berjumpa, melihat perkembangan anak dari keluarga kita yang jauh disana. Saling update walaupun berada di benua yang berbeda.

Ditunjang lagi dengan aneka perangkat yang menunjang aplikasi tersebut, mulai dari handphone, blackberry, iPad, dan yang lainnya membuat pengguna semakin mudah berinteraksi. Saya memiliki teman yang selalu mengupdate statusnya baik di facebook, twitter dan melakukan checkin lokasi di foursquare. Bahkan saya bisa mengetahui perasaan dia hari ini, menu makan siang, buku yang sedang dibaca dan film yang ditonton. Harus selalu eksis kata dia πŸ™‚

Saat kebetulan saya menggunakan bus transJakarta saya melihat pemandangan yang cukup menarik. Beberapa orang yang sedang menunggu di halte maupun sepanjang perjalanan di bus sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang sibuk mendengarkan ipodnya, ada yg sibuk di Blackberry / android / symbian ponsel, wah pokoknya semua sibuk. Saya serasa berada di dalam MRT di Singapura. Orang tidak pernah membuang waktunya lagi, perjalanan panjang dan menunggu antrian sudah tidak terasa bosan. Produktif atau tidak, who knows ? Yang penting tidak bengong..

Tapi terlihat menjadi sedikit aneh, kita mengetahui secara detail keadaan teman kita di luar negeri, tapi kita sudah tidak perduli dengan sekitar kita. Anda mungkin dianggap aneh kalau mengajak bicara orang yang duduk di sebelah Anda saat perjalanan. Semua sibuk dengan dunianya. Bersosialisasi di dunia maya tapi tidak bersosialisasi di dunia nyata..

Seperti yang saya lakukan saat ini, sambil menunggu acara di sekolah anak saya, malahan membuat postingan ini.. Dunia yang aneh πŸ™‚

Read Full Post »

 

 

Saat membaca berita bahwa ada tandingan adsense google dari Indonesia yang bernama SITTI, saya penasaran mencobanya, apalagi saat ini masih uji coba sehingga gratis untuk pemasangan iklan. Untuk pemilik website yang menggunakan wordpress dipermudah dengan adanya plugins khusus yang tinggal di install dan membuat admin menjadi mudah dalam penempatan kotak iklan tersebut.

Tapi entah mengapa setelah itu, saya mendapatkan error saat mengakses wp-admin saya. Wah setelah googling ke sana kemari, akhirnya saya coba untuk mengakses hosting saya melalui FTP, lalu merename folder plugins ke nama lain, misalnya pluginsX, lalu setelah itu saya mencoba mengakses wp-admin… Eh ternyata bisa. OK, berarti ada masalah di folder plugins saya. Setelah saya ingat bahwa belum lama saya menginstall plugins SITTI, akhirnya saya hapus folder tersebut. Dan sampai sekarang wordpress saya masih berjalan normal.

Apakah hanya saya yang mengalami kejadian seperti ini ? Silahkan dishare pengalaman Anda disini…

 

Update per Sept 2011 : Akhirnya saya mencoba untuk memasangkan plugins SITTI ini di website saya – http://www.JalanJajanHemat.com, dan awalnya tidak muncul sama sekali iklan-iklan nya. Tapi setelah beberapa hari akhirnya ada muncul iklan, dan kalau dicek di statistik sudah mulai ada penghasilan walau hanya beberapa ratus Rupiah. Lumayan deh.
Tapi sudah beberapa hari ini (mulai pertengahan Sept), website SITTI ini tidak dapat diakses sama sekali, entah ada apa gerangan. Mungkin sedang ada masalah teknis ya.

Tertarik mencoba adsense-nya Indonesia ? Selamat mencoba teman2….

Read Full Post »

Demam blackberry

Indonesia memang negara yang fenomenal dalam kepemilikan telepon genggam (handphone). Setelah beberapa waktu yang lalu Indonesia tercatat sebagai pengguna Nokia Communicator terbanyak di dunia, kini pengguna Blackberry di Indonesia pun membuat RIM tertegun dan memperhitungkannya dalam strategi pemasarannya.

Saya salah satu pengguna gadget yang tidak suka ikut-ikutan dan hanya membeli sesuai dengan kebutuhan. Sebelumnya saya juga pengguna Communicator, yang memang saya gunakan untuk keperluan pekerjaan, dan Communicator memang ideal untuk pekerjaan saya di bidang IT.

Kelemahan flexible cable di Nokia Communicator membuat saya kemudian pindah ke Nokia E series yang memiliki fungsional seperti Nokia communicator tapi tanpa kendala flexible cable, saya merasa puas. Sehingga saat orang mulai demam blackberry, sampai Ibu Rumah Tangga dan para artis pun menggunakan Blackberry, saya masih berpikir buat apa, toh semua sudah dapat saya lakukan dengan Nokia E series saya, mulai dari email, chat (YM, gtalk, bahkan skype), browsing.

Sampai di suatu titik, komunitas saya semua ber-Blackberry Messenger (BBM) untuk komunikasi saya mulai tergoda. Akhirnya saya pun menggunakan Blackberry. Yang paling berkesan adalah kehandalan nya untuk selalu on di komunikasi data nya, dan juga metode kompresi datanya. Dimana saat menggunakan E Series saya on off, utk menghemat batterai, tapi di BB saya bisa on terus.

Dan setelah menginstall beberapa aplikasi, saya merasa BB memang sangat fungsional walau mungkin secara tampilan dan kecanggihan tidak terlalu wah.

Bahkan setelah menginstall wordpress for Blackberry, saya bisa posting dimana saja dan kapan saja tanpa harus membawa laptop. Seperti saat membuat postingan ini.

Jadi, salam Blacberry πŸ™‚

Read Full Post »

cs1Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan, sudah semestinya perusahaan yang mau bertahan atau mau menang dalam kompetisi ini harus mengedepankan pelayanan pelanggan. Seberapapun bagus produk yang dihasilkan, maka akan sia-sia jika tidak didukung oleh pelayanan pelanggan yang baik.

Beberapa hal yang pernah saya temukan seputar pelayanan pelanggan:

  • Saya pernah mencoba untuk menghubungi Customer Service salah satu bank swasta yang cukup besar. Tapi hanya untuk sekedar berbicara dengan “manusia” di bank tersebut saja susahnya setengah mati. Yang ada hanya menu pilihan yang ruwet, putar sana-sini, bahkan sering putus di tengah-tengah. Bisa dibayangkan saat kita sedang membutuhkan bantuan dan menghubungi lewat handphone di jalan. Wah pasti bikin kita tambah panik
  • Kalau Anda menghubungi Customer Service dari operator selular, maka akan dimulai dari aneka iklan2 yang tidak penting, tapi kita tetap harus menunggu dan menunggu sampai iklan yg mengganggu itu selesai. Padahal nomor tersebut tidak bebas pulsa, uh sungguh menyebalkan…
  • Customer Service yang tidak kompeten, tiap kali kita bertanya, maka si CS akan meng-hold telpon kita untuk menanyakan kepada rekannya, baru menjawab kembali dan dilakukan secara terus menerus.

Namun juga ada beberapa kali saya menemukan kepuasan dalam pelayanan pelanggan, saya akan coba update artikel ini terus menerus.

  • Layanan internet Fastnet dari FirstMedia. Walaupun pernah dikecewakan karena masalah pemutusan mendadak akibat billing (artikelnya dapat dibaca disini), harus saya akui layanan Fastnet ini cukup memuaskan. Beberapa hari yang lalu saya menelpon ke CS Fastnet perihal sambungan internet yang putus-nyambung, maka diaturlah jadwal kunjungan ke rumah kami. Pada hari yg dijanjikan itu, pihak teknisi menghubungi saya via telp untuk mengkonfirmasikan kunjungan beberapa jam sebelum jadwal saya, dan memberikan perkiraan waktu tiba di rumah saya, wah cukup profesional pikir saya. Lalu pihak teknisi dengan sabar mengurutkan kabel instalasi di dalam rumah saya (walaupun itu diluar jaringan kabel Fastnet), sampai akhirnya menemukan jalur terbaik untuk dipasangkan modem. Saya cukup puas dengan pekerjaannya, walaupun testpen saya sempat terbawa oleh teknisi mereka 😦
  • Billing Indosat, untuk aktifitas mobile saya menggunakan Indosat 3G. Untuk koneksi, memang tidak selalu bagus, tapi untuk sistem pemblokiran patut diacungi jempol. Kalau saya lupa membayar tagihan 3G maka otomatis kartu saya akan diblokir (demikian juga dengan tagihan Matrix). Nah yang cukup saya lakukan adalah pergi ke ATM atau menggunakan internet banking untuk melakukan pembayaran tagihan. Lalu tunggu sekitar 5 – 15 menit, dan hupla… blokir Anda akan terbuka secara otomatis. Tidak perlu telp Customer Service, lalu menunggu unblok yang lama.. Mestinya semua operator dapat melakukan sistem otomatis seperti Indosat.

Anda memiliki pengalaman dengan pelayanan pelanggan, entah yang baik maupun yang menjengkelkan. Silahkan dibagikan disini, bukan untuk promosi ataupun untuk menjelek-jelekkan, tapi semata-mata untuk membagi pengalaman, dan sukur2 dapat dibaca oleh perusahaan penyedia jasa tersebut dan dapat ditindak lanjuti.

Read Full Post »

ATM

Bayar PLN via ATM

Di jaman yang serba modern, praktis dan cepat ini kita membutuhkan segala perkerjaan menjadi lebih mudah. Saya ingat waktu saya kecil, untuk membayar tagihan listrik (PLN), kita harus mengantre berjam-jam, itupun harus pergi ke kantor PLN yang jaraknya jauh dari rumah. Sangat membuang waktu dan tidak praktis. Tapi sekarang ? Anda hanya perlu mampir sebentar ke ATM terdekat, atau bahkan dari meja Anda dengan menggunakan internet banking atau dimana saja dengan phone banking. Sangat mudah.

Hampir semua bank memiliki fasilitas pembayaran tagihan listrik. Namun perlu diperhatikan biaya administrasinya. Karena tiap bank memiliki biaya yang berbeda-beda. Silahkan dicek informasi berikut ini

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »