Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Opini’ Category

Sekedar sharing saja, tanpa bermaksud promosi karena saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Kompas Gramedia group. Saya pribadi sejak kecil gemar untuk datang ke toko buku, khususnya Gramedia. Mengapa ? Karena kalau di toko buku yang lain, bukunya dibungkus plastik atau diletakkan di dalam rak yang tidak dapat kita lihat secara langsung (harus melalui pegawai toko), tapi di Gramedia hampir seluruh bukunya tidak dibungkus plastik, kecuali buku-buku yang harganya mahal. Sehingga pengunjung dapat melihat isi buku dan membaca sekilas sebelum membelinya.

Tapi waktu saya kecil, dimana tidak memiliki cukup uang untuk membeli buku-buku yang saya gemari, maka cukup meluangkan waktu beberapa jam dan kaki yang kuat untuk membaca di tempat. Tidak pernah ada larangan, teguran dari pegawai toko. Bahkan terkadang saya sempat keluar toko untuk makan/minum, setelah itu masuk ke toko lagi untuk melanjutkan bacaan saya. Dengan cara ini saya dapat menimba ilmu secara gratis.. (jaman dulu belum ada internet). Syaratnya adalah : jangan melipat buku, membuka halaman buku dengan rapi, jangan duduk di lantai, pokoknya cukup tahu diri lah.

Bahkan saat ini toko buku Gramedia dibuat lebih nyaman lagi, toko yang lebih besar, buku yang lengkap, bahkan tersedia kursi yang empuk. Memang saat ini kalau saya ke Gramedia, saya sudah tidak bisa meluangkan waktu terlalu lama, tapi saya melihat banyak orang yang melakukan ritual ‘baca gratis’ seperti yang saya lakukan dahulu, tanpa ada keberatan dari pegawai toko. Bahkan yang lebih unik lagi, saya sempat melihat seorang Ibu yangΒ  duduk dengan santai di lantai toko, mengeluarkan catatan dan sepertinya mengerjakan PR / tugas untuk pelajaran anaknya.

Dengan demikian, toko buku Gramedia turut berkontribusi dalam mencerdasan dan memajukan bangsa ini. Bravo Gramedia…. !!!

Advertisements

Read Full Post »

Demam blackberry

Indonesia memang negara yang fenomenal dalam kepemilikan telepon genggam (handphone). Setelah beberapa waktu yang lalu Indonesia tercatat sebagai pengguna Nokia Communicator terbanyak di dunia, kini pengguna Blackberry di Indonesia pun membuat RIM tertegun dan memperhitungkannya dalam strategi pemasarannya.

Saya salah satu pengguna gadget yang tidak suka ikut-ikutan dan hanya membeli sesuai dengan kebutuhan. Sebelumnya saya juga pengguna Communicator, yang memang saya gunakan untuk keperluan pekerjaan, dan Communicator memang ideal untuk pekerjaan saya di bidang IT.

Kelemahan flexible cable di Nokia Communicator membuat saya kemudian pindah ke Nokia E series yang memiliki fungsional seperti Nokia communicator tapi tanpa kendala flexible cable, saya merasa puas. Sehingga saat orang mulai demam blackberry, sampai Ibu Rumah Tangga dan para artis pun menggunakan Blackberry, saya masih berpikir buat apa, toh semua sudah dapat saya lakukan dengan Nokia E series saya, mulai dari email, chat (YM, gtalk, bahkan skype), browsing.

Sampai di suatu titik, komunitas saya semua ber-Blackberry Messenger (BBM) untuk komunikasi saya mulai tergoda. Akhirnya saya pun menggunakan Blackberry. Yang paling berkesan adalah kehandalan nya untuk selalu on di komunikasi data nya, dan juga metode kompresi datanya. Dimana saat menggunakan E Series saya on off, utk menghemat batterai, tapi di BB saya bisa on terus.

Dan setelah menginstall beberapa aplikasi, saya merasa BB memang sangat fungsional walau mungkin secara tampilan dan kecanggihan tidak terlalu wah.

Bahkan setelah menginstall wordpress for Blackberry, saya bisa posting dimana saja dan kapan saja tanpa harus membawa laptop. Seperti saat membuat postingan ini.

Jadi, salam Blacberry πŸ™‚

Read Full Post »

Apakah Anda berwajah cantik/tampan ? Sulitkah Anda mendapatkan pekerjaan ? Apakah boleh menyeleksi penerimaan karyawan dengan menilai wajahnya ? Memang tidak adil dan tidak objektif. Tapi jika Anda sebagai penyeleksi karyawan dan dari sekian banyak pelamar, dengan beberapa orang yang memiliki kemampuan yang sama, mana yang Anda pilih, yang berwajah bagus atau yang biasa-biasa saja ? Toh kemampuannya sama, gajinya sama, tentu orang akan lebih memilih pelamar yang berwajah di atas rata2.

Beberapa kali mengunjungi gerai penjual pizza di beberapa cabang, rata2 saya mendapati hal yang sama, pelayanannya berpenampilan di atas rata2 untuk kelas pramusaji (waitress). Sempat juga saya menjumpai petugas di gerbang tol (saya lupa di gerbang mana), yang secara rata2 baik pria maupun wanita nya berwajah di atas rata2. Hhmm tentunya tidak ada yang keberatan, toh mereka bekerja secara profesional, apa salahnya kalau ditambah wajah yang cantik / tampan. Hanya sedikit pertanyaan yang kadang2 muncul dari pikiran saya adalah, kemana orang2 yang berparas standar mencari pekerjaan ?

Read Full Post »

cs1Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan, sudah semestinya perusahaan yang mau bertahan atau mau menang dalam kompetisi ini harus mengedepankan pelayanan pelanggan. Seberapapun bagus produk yang dihasilkan, maka akan sia-sia jika tidak didukung oleh pelayanan pelanggan yang baik.

Beberapa hal yang pernah saya temukan seputar pelayanan pelanggan:

  • Saya pernah mencoba untuk menghubungi Customer Service salah satu bank swasta yang cukup besar. Tapi hanya untuk sekedar berbicara dengan “manusia” di bank tersebut saja susahnya setengah mati. Yang ada hanya menu pilihan yang ruwet, putar sana-sini, bahkan sering putus di tengah-tengah. Bisa dibayangkan saat kita sedang membutuhkan bantuan dan menghubungi lewat handphone di jalan. Wah pasti bikin kita tambah panik
  • Kalau Anda menghubungi Customer Service dari operator selular, maka akan dimulai dari aneka iklan2 yang tidak penting, tapi kita tetap harus menunggu dan menunggu sampai iklan yg mengganggu itu selesai. Padahal nomor tersebut tidak bebas pulsa, uh sungguh menyebalkan…
  • Customer Service yang tidak kompeten, tiap kali kita bertanya, maka si CS akan meng-hold telpon kita untuk menanyakan kepada rekannya, baru menjawab kembali dan dilakukan secara terus menerus.

Namun juga ada beberapa kali saya menemukan kepuasan dalam pelayanan pelanggan, saya akan coba update artikel ini terus menerus.

  • Layanan internet Fastnet dari FirstMedia. Walaupun pernah dikecewakan karena masalah pemutusan mendadak akibat billing (artikelnya dapat dibaca disini), harus saya akui layanan Fastnet ini cukup memuaskan. Beberapa hari yang lalu saya menelpon ke CS Fastnet perihal sambungan internet yang putus-nyambung, maka diaturlah jadwal kunjungan ke rumah kami. Pada hari yg dijanjikan itu, pihak teknisi menghubungi saya via telp untuk mengkonfirmasikan kunjungan beberapa jam sebelum jadwal saya, dan memberikan perkiraan waktu tiba di rumah saya, wah cukup profesional pikir saya. Lalu pihak teknisi dengan sabar mengurutkan kabel instalasi di dalam rumah saya (walaupun itu diluar jaringan kabel Fastnet), sampai akhirnya menemukan jalur terbaik untuk dipasangkan modem. Saya cukup puas dengan pekerjaannya, walaupun testpen saya sempat terbawa oleh teknisi mereka 😦
  • Billing Indosat, untuk aktifitas mobile saya menggunakan Indosat 3G. Untuk koneksi, memang tidak selalu bagus, tapi untuk sistem pemblokiran patut diacungi jempol. Kalau saya lupa membayar tagihan 3G maka otomatis kartu saya akan diblokir (demikian juga dengan tagihan Matrix). Nah yang cukup saya lakukan adalah pergi ke ATM atau menggunakan internet banking untuk melakukan pembayaran tagihan. Lalu tunggu sekitar 5 – 15 menit, dan hupla… blokir Anda akan terbuka secara otomatis. Tidak perlu telp Customer Service, lalu menunggu unblok yang lama.. Mestinya semua operator dapat melakukan sistem otomatis seperti Indosat.

Anda memiliki pengalaman dengan pelayanan pelanggan, entah yang baik maupun yang menjengkelkan. Silahkan dibagikan disini, bukan untuk promosi ataupun untuk menjelek-jelekkan, tapi semata-mata untuk membagi pengalaman, dan sukur2 dapat dibaca oleh perusahaan penyedia jasa tersebut dan dapat ditindak lanjuti.

Read Full Post »

Jakarta Banjir lagi

Banjir JakartaSeperti biasanya, saat musim hujan Jakarta selalu dilanda banjir, entah dari ritual 5 tahunan, 3 tahunan, 1 tahunan, bahkan lama kelamaan mungkin bisa bulanan dan harian seperti surat kabar. Aneh, kota metropolitan sebesar Jakarta yang merupakan ibukota negara, koq tidak dapat menyelesaikan masalah banjir. Bahkan diramalkan, jika curah hujan tidak kunjung berkurang, dalam beberapa hari kedepan ini, istana Merdeka -sebuah tempat yang seharusnya menjadi tempat kebanggaan bangsa Indonesia, karena tempat berkantor nya orang nomor satu di RI untuk memikirkan masalah2 di negara kita ini- akan terkena banjir. Sungguh suatu keadaan yang sangat memalukan. Dimana kita taruh muka kita jika sampai ditayangkan di berbagai media di luar negeri, baik surat kabar maupun televisi, istana negara Republik Indonesia terkena banjir. Lah kalau presidennya saja kebanjiran, apalagi warga nya ya… Ups, semoga itu semua hanya mimpi buruk yang tidak akan terjadi.

(more…)

Read Full Post »

Google oh google

Saat pagi ini ini saya membuka komputer, dan mulai mengetikkan alamat google.com saya melihat gambar di halaman google ini ikut menyemarakkan perayaan olimpiade di Beijing. Wah kreatif ya. Google, memang sebuah perusahaan yang fenomenal..

Berawal dari ‘hanya’ sebuah search engine, saya teringat bagaimana dulu jaman saya kuliah, dapat dibedakan mana yang orang IT dan mana yang bukan hanya dari cara mereka menggunakan search engine. Orang awam akan menggunakan yahoo yang sangat populer saat itu, sedangkan orang IT akan menggunkan google, yang simple, slim dan cepat. Karena merasa orang IT, maka saya ikutan menggunakan google πŸ˜€

Tapi saat ini google sudah begitu menggurita, sepertinya orang akan “terganggu” dengan ketidakhadiran sang google. Bukan hanya dari ketergantungan dengan search engine-nya, tapi juga dengan email (hampir semua orang saat ini menggunakan account gmail yang berkapasitas raksasa, dapat di pop, dan memiliki versi mobile yang dapat dipasang di handphone), Instant Messaging nya (gtalk, tapi sepertinya masih kalah populer dengan YM-Yahoo Messanger), peta digital yaitu google map, dan juga dengan adsense nya (yang belakangan ini lagi diramaikan oleh rekan2 saya), google docs dan masih banyak lagi applikasi lain yang di develop oleh google.

Saya ‘merasa’ bahwa google mulai dengan semangat untuk memberikan pelayanan kepada orang lain terlebih dahulu, dan secara alamiah kebaikan mereka tersebut kembali lagi dalam bentuk keuntungan. Saat search engine yahoo tenar, Anda dapat lihat betapa penuhnya tampilan mereka dengan iklan bergambar yang berwarna-warni. Bandingkan dengan google yang sampai saat ini pun iklan yang ditampilkan hanya berbentuk text saja yang tidak terlalu mengganggu. Juga aplikasi-aplikasi yang menurut saya dapat mereka jual, namun ternyata mereka berikan dengan cuma-cuma. Apakah ini karena semangat berbagi yang mereka miliki ?

Saya sendiri berpendapat jika kita memulai dengan berbagi untuk orang lain, (tapi akan jauh lebih baik lagi kalau ternyata hal tersebut juga dapat membawa keuntungan bagi kita juga πŸ˜€ ).

Selamat berbagi …

Layanan masyarakat ini didukung sepenuhnya oleh http://www.JalanJajanHemat.com dan parcelku.wordpress.com, halah.. katanya berbagi, koq malah iklan ?? πŸ˜€

Read Full Post »